Kamis, 02 Juli 2009

Pesona Wakatobi di Pusat Karang Dunia

Datanglah ke Wakatobi! Ajakan dengan nada sedikit provokatif semacam ini selalu disampaikan Hugua, Bupati Wakatobi. Dalam berbagai kesempatan, Hugua dengan bangga memperkenalkan daerahnya sebagai surga nyata bawah laut di jantung segitiga karang dunia. Terletak di kawasan perairan laut yang dulu dikenal sebagai kepulauan Tukang Besi, keindahan bawah laut Wakatobi singkatan dari nama empat Pulau utama disana: Wangi - wangi, kaledupa, tomia, dan binongko memang mengundang decak kagum. Dengan keanekaragaman biota laut dan aneka jenis karangnya yang masih terjaga, Wakatobi jadi salah satu tujuan yang diidam - idamkan oleh para penjelajah bawah laut. Jajaran atol bawah laut berikut laguna karang yang tersebar di banyak lokasi, serta dinding karang denan beragam biota penyusunnya, tidak hanya menarik minat wisatawan mancanegara dan para penyelam profesional. Para ilmuwan kelautan pun menaruh perhatian besar pada keanekaragaman hayati terumbu karang dikawasan Taman Nasional Wakatobi ini.


Operation Wallacea, sebuah lembaga ekspedisi riset dan konservasi yang berpusat di Inggris, telah menjadikan daerah ini sebagai pusat penelitian bawah laut dunia. Selain membuka markas di Pulau Hoga selama musim penelitian (biasanya dua kali setahun) periset dari Eropah ini juga mengamati dari dekat kehidupan orang - orang Bajo yang bermukim di perairan sekitar kawasan taman nasional.


Artis penyanyi Jeniffer Lopez dan Milliuner Bill Gates adalah dua diantara nama - nama pesohor dunia yang pernah singgah dan menikmati keindahan Wakatobi. Hampir 90% dari sekitar 850 jenis terumbu karang di dunia ada di Wakatobi. Dan diantara 942 spesies fauna laut yang di data operation wallacea terdapat jenis kuda laut moncong babi (pigmy sea horse) yang hingga kini hanya ditemukan di laut Wakatobi. Dengan keanekaragaman jenis terumbu karang dan hampir seribu spesies ikan dan biota laut lainya, Jacques Costeau, ilmuwan kelautan dan salah satu perintis penjelajahan bawah laut bukan saja menyebut Wakatobi kaya dan unik, tapi juga satu dari sedikit tujuan penyelaman terindah di dunia.




Hemat Tempat dengan Ambalan

Ketimbang menggunakan rak berukuran besar, ambalan bisa menjadi alternatif solusi untuk menata buku maupun pernak - pernik di rumah. Terlebih dalam ruang yang terbatas, sebilah papan yang ditempel di dinding ini dapat terlihat lebih atraktif dan memberi sentuhan seni dalam tatanan ruang. Ambalan pun bisa ditata sesuai keinginan. Bisa dengan hanya sebuah papan panjang atau memadukan 2 - 3 ambalan sekaligus. Agar terlihat makin cantik, cara pemasangannya bisa dikreasikan, misalnya dengan membuat jenjang secara diagonal, membuat tingkatan dalam satu garis lurus, atau cara lainnya. Cara pemasangan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan tempat dan barang apa yang akan diletakkan diatasnya.


Satu hal yang perlu diingat, pemasangan ambalan sebaiknya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, namun pada batas eye level sehingga terlihat proporsional. Ada beragam pilihan desain dan material ambalan yang bisa ditemui. Yang paling umum adalah kayu atau multipleks, tinggal tentukan ketebalan dan kekuatan kayu yang digunakan. Hal ini pun bisa disesuaikan dengan jenis barang yang akan diletakkan diatas ambalan, apakah untuk buku, majalah, atau sekedar meletakkan berbagai aksesori seperti pigura, suvenir, dan pernak pernik lainnya. Selanjutnya, perhatikan sistem dudukannya agar kedudukan ambalan kuat.


Tak ada salahnya pula memadukan ambalan kayu dengan kaca pada bagian dinding belakangnya. Hasil pantulan objek di kaca dapat memberi kesan berbeda dalam ruang secara keseluruhan. Yang tak kalah penting adalah memperhatikan finishing untuk membuat ambalan terlihat lebih menarik. Tidak harus berwarna cokelat kayu, tetapi bisa juga menggunakan warna putih dengan lapisan melamik. Atau, menggunakan warna - warna cerah seperti merah, hijau, atau oranye untuk memberi kesan dinamis dan ceria. Sesuaikan dengan nuansa warna dalam ruang atau elemen furnitur lainnya, maka ruangpun terlihat lebih cantik. [Kompas Klasika Jumat 5 Juni 2009]

infomarketer [Bukan]Blog kosong kosong